Koperasi Didorong Penuhi Standar Akuntansi

JAKARTA-Sistem akuntansi perkoperasian mulai disesuaikan dengan laporan keuangan International Financial Reporting Standard sesuai dengan kebijakan penataan lk.it.in Akuntan Indonesia pada 2012. Drs. Setyo Heriyanto, MM selaku Deputi Bidang Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM, mengatakan seusai penataan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), dilakukan penyesuaian perubahan kebijakan akuntansi perkoperasian.

“Penyesuaian itu diawali penerbitan atau expose disclosur pernyataan pencabutan Standar Akuntansi Keuangan No. 8 atau ED-PPSAK No. 8 pada 23 Oktober 2010,” katanya kepada Bisnis di Jakarta, Senin (27/8). Proses itu dilanjutkan dengan PPSAK No. 8 pada 8 April 2011 dau secara resmi PSAK Nomor 27 untuk Koperasi dinyatakan tidak berlaku lagi. Pemerintah mengharapkan para pihak yang berkepentingan se-gera melakukan penyesuaian.

Setyo menjelaskan sejak 1 Januari 2012 standar akuntansi keuangan koperasi menggunakan kebijakan akuntansi yang baru dan sebagai langkah transisional disahkan dengan surat edaran Deputi Bidang Kelembagaan KUKM No. 200/SE/ Dep.l/XII/2012. Sejak 20 Desember 2011, ujarnya, disampaikan ke seluruh dinas yang membidangi urusan koperasi dan UKM provinsi, tentang pencabutan PSAK No. 27 dan penggunaan Standar Akuntansi – Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK-ETAP). Menurut Setyo, proses penyesuaian dilakukan Kementerian Koperasi dan UKM sebagai institusi pembina melalui penerbitan Peraturan Menteri Negara Koperasi dan UKM No. 4/2012 pada 25 Juli 2012 tentang Pedoman Umum Akuntansi Koperasi.

SK tersebut, ujarnya, mengacu pada perubahan kebijakan akuntansi yakni menggunakan standar akuntansi keuangan entitas tanpa akuntabilitas publik. Peraturan tersebut merupakan pengganti Peraturan Menteri Negara Koperasi dan UKM No. 19.5/2006 tentang Pedoman Umum Akuntansi Koperasi Indonesia. “Perlu membangun kesamaan persepsi tentang alasan penggunaan pola SAK ETAP pada koperasi dan bukan pola lain. Kesamaan persepsi ini perlu bagi kepentingan pengguna koperasi maupun pembina dan penggiat koperasi di pemerintahan, institusi penggiat koperasi dan pemangku kepentingan,” kata Setyo.

Dia mengharapkan implementasi standar akuntansi tersebut di lapangan dapat berjalan teratur dan tertib, sehingga membuat proses pemberdayaan koperasi berjalan lebih efektif.

 

Analisis : menurut saya koperesia ada untungnya menggunakan dan mengadopsi  laporan keuangan International Financial Reporting Standar , Membuat perubahan ke IFRS, artinya sedang mengadopsi bahasa pelaporan keuangan global, yang akan membuat perusahaan (business) anda bisa dimengerti oleh global market (pasar dunia). Thus, jika kinerja perusahaan memang memiliki nilai jual yang pantas, maka poptensi trade yang dihasilkan logikanya akan lebih bagus dibandingkan ketika perusahaan belum mengadopsi IFRS dalam pembuatan laporan keuangannya. The big-5 accounting firm mostly mengatakan bahwa banyak dari perusahaan-perusahaan yang telah mengadopsi IFRS mengalami kemajuan yang significant dalam rangka memenuhi maksud mereka memasuki pasar modal dunia (global).

Sumber : http://putra-finance-accounting-taxation.blogspot.com/2008/06/apakah-kita-siap-adopsi-ifrs.html

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s