Manisnya Gula Aren Lebak Terasa Hingga ke Pasar Eropa

REPUBLIKA.CO.ID, LEBAK – Produk gula semut atau gula aren yang dicetak halus di Kabupaten Lebak, Banten, mampu menembus Pasar Eropa karena permintaan masyarakat di negara itu cukup tinggi. “Produk gula semut yang diekspor itu melalui perusahaan yang ada di Jakarta juga ada pedagang penampung,” kata Kepala Dinas Perindustrian Kabupaten Lebak Wawan Ruswandi di Rangkasbitung, Jumat (31/8).

Menurut dia produk gula semut dan gula aren cetak yang menjadi andalan ekonomi masyarakat Lebak kini mulai menggeliat. Saat ini permintaan Pasar Eropa cukup tinggi sehingga dapat mendorong pertumbuhan daerah.

Apalagi, gula semut asal Kabupaten Lebak memiliki kualitas yang bagus dibandingkan dengan daerah Sumatera. Kelebihan gula semut dari perajin Kabupaten Lebak rasanya manis dan beraroma juga bertahan lama.

Karena itu, kata dia, kebanyakan permintaan Pasar Eropa sangat cocok dijadikan bahan makanan roti, minuman dan aneka kuliner lainnya. Saat ini, kata dia, produksi gula semut yang diekspor ke negara Belanda, Jerman, Inggris dan Italia sebanyak 50 ton per bulan.

“Saya kira tingginya permintaan Pasar Eropa itu karena kualitas gula semut Lebak cukup bagus. Sebagian besar konsumen menyukai gula aren semut itu,” ujarnya.

Produksi gula semut, kata dia, kini dipasok ke hotel-hotel berbintang yang ada di Jakarta, Bandung, Tangerang dan Bogor. Selama ini, sentra gula semut di Lebak tersebar di Kecamatan Sobang, Panggarangan, Cibeber, Cijaku, Cigemblong, Cilograng, Muncang, dan Lebak Gedong.

Sebab di wilayah itu, lanjut dia, banyak perajin gula karena terdapat perkebunan aren. Perkebunan aren tumbuh pada dataran tinggi, seperti perbukitan dan pegunungan. “Kami juga setiap tahun terus meningkatkan mutu gula aren semut agar bisa merebut pasar domestik dan mancanegara,” jelasnya.

Sementara itu, Oji, seorang penampung di Pasar Rangkasbitung mengaku dirinya memiliki 200 perajin gula semut dan setiap pekan produksinya ditampung. “Kami memasok produk gula aren ke negara Belanda sebanyak lima ton per bulan melalui agen di Jakarta,” katanya.

 

Analisis : saya rasa dengan ekspor gula aren ini sangat membantu perekonomian indonesia apalagi dapat bertahan dalam persaingan pasar”  hal ini dapat menjadi penerobosan” untuk usaha yang lainnya.

Sumber : http://www.koperasi165.com/news/view/472

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s