Laporan Keuangan Bank (PSAK No. 31)

A. Pengukuran dalam Nilai Uang

Laporan keuangan bank harus disajikan dalam mata uang Rupiah. Dalam hal bank memiliki aktiva, kewajiban dan komitmen serta kontinjensi dalam valuta asing, harus dijabarkan kedalam mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs tengah yang berlaku pada tanggal laporan. Untuk modal yang disetor dalam valuta asing dijabarkan dengan menggunakan kurs konversi Bank Indonesia pada saat modal tersebut disetor (historical rate).

Kurs tengah yaitu kurs jual ditambah kurs beli Bank Indonesia dibagi dua. Dalam hal kurs mata uang asing tidak tersedia di Bank Indonesia, digunakan kurs jual ditambah kurs beli bank yang bersangkutan dibagi dua.

Bank wajib mengungkapkan posisi neto aktiva dan kewajiban dalam valuta asing yang masih terbuka (posisi devisa neto).

B. Laporan Keuangan Bank

Untuk memenuhi kepentingan berbagai pihak, laporan keuangan bank harus disusun berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) dan Pernyataan ini.

Laporan keuangan bank terdiri atas:

  1. Neraca
  2. Laporan Komitmen dan Kontinjensi
  3. Laporan Laba Rugi
  4. Laporan Arus Kas
  5. Catatan atas Laporan Keuangan

Penerapan prinsip akuntansi terhadap suatu fakta atau pos tertentu yang menyimpang dari SAK dan Pernyataan ini dapat dilaksanakan jika hal tersebut tidak menimbulkan pengaruh yang material terhadap kelayakan laporan keuangan bank.

Sebaliknya apabila terdapat fakta atau pos tertentu yang belum diatur dalam SAK dan Pernyataan ini tetapi jumlahnya material, perlakuannya didasarkan pada praktek akuntansi yang lazim dan disajikan dalam suatu pos tersendiri.

Untuk dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai sifat dan perkembangan bank dari waktu ke waktu, maka laporan keuangan disajikan secara komparatif untuk 2 (dua) tahun terakhir.

C. Neraca

Dalam penyajiannya, aktiva dan kewajiban dalam neraca bank tidakdikelompokkan menurut lancar dan tidak lancar {unclassified), namun sedapatmungkin tetap disusun menurut tingkat likuiditas dan jatuh tempo.

Komponen-komponen neraca bank disusun dengan mengacu pada SAK untukpos-pos yang bersifat umum dan mengacu pada Pernyataan ini untuk pos-pos yangbersifat khusus perbankan.

Setiap Aktiva Produktif disajikan di neraca sebesar jumlah bruto dari tagihan ataupenempatan bank dikurangi dengan penyisihan penghapusan yang dibentuk untukmenutup kemungkinan kerugian yang timbul dari masing-masing aktiva produktif.Penyisihan penghapusan yang dibentuk disajikan sebagai pos pengurang (offsettingaccount) dari masing- masing jenis aktiva produktif yang bersangkutan.

C. Laporan Komitmen dan Kontinjens

Laporan Komitmen dan Kontinjensi Wajib disusun secara sistematis, sehinggadapat memberikan gambaran mengenai posisi komitmen dan kontinjensi, baik yangbersifat tagihan maupun kewajiban, pada tanggal laporan.

Komitmen adalah suatu ikatan atau kontrak berupa janji yang tidak dapatdibatalkan (irrevocable) secara sepihak, dan harus dilaksanakan apabila persyaratanyang disepakati bersama dipenuhi, seperti komitmen kredit, komitmen penjualanatau pembelian aktiva bank dengan syarat “repurchase agreement (Repo), sertakomitmen penyediaan fasilitas perbankan lainnya.

Kontinjensi adalah tagihan atau kewajiban bank yang kemungkinan timbulnyatergantung pada terjadi atau tidak terjadinya satu atau lebih peristiwa dimasa yangakan datang.

Sistimatika penyajian laporan komitmen dan kontinjensi disusun berdasarkanurutan tingkat kemungkinan pengaruhnya terhadap perubahan posisi keuangan danhasil usaha bank.

Komitmen dan kontinjensi, baik yang bersifat sebagai tagihan maupun kewajiban, masing-masing disajikan secara tersendiri tanpa pos lawan.

D. Laporan Laba Rugi

Laporan laba-rugi bank wajib disusun sedemikian rupa agar dapat memberikan gambaran mengenai hasil usaha bank dalam suatu periode tertentu.

Laporan laba-rugi bank disusun dalam bentuk berjenjang (multiple step) yang menggambarkan pendapatan atau beban yang berasal dari kegiatan utama bank dan kegiatan lainnya.

Cara penyajian laporan laba-rugi bank adalah sebagai berikut:

  1. Wajib memuat secara rinci unsur pendapatan dan beban,
  2. Unsur pendapatan dan beban harus dibedakan antara pendapatan dan beban yang berasal dari kegiatan operasional dan non-operasional.

Komponen-komponen laporan laba rugi bank disusun dengan mengacu pada SAK untuk pos-pos yang bersifat umum dan Pernyataan ini untuk pos-pos yang bersifat khusus perbankan.

D. Laporan Arus Kas

Laporan Arus Kas, sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 2 tentang Laporan Arus Kas, harus disusun berdasarkan konsep kas (cash concept) selama periode laporan. Laporan ini harus menunjukkan semua aspek penting dari kegiatan bank, tanpa memandang apakah transaksi tersebut berpengaruh langsung pada kas.

E. Catatan atas Laporan Keuangan

Di samping hal-hal yang wajib diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan sebagaimana dijelaskan dalam SAK dan Pernyataan ini, bank juga wajib mengungkapkan dalam catatan tersendiri mengenai posisi devisa neto menurut jenis mata uang serta aktivitas-aktivitas lain seperti kegiatan wali amanat, penitipan harta {custodianship), dan penyaluran kredit kelolaan.

F. Laporan Keuangan Gabungan dan Konsolidasi

Bank yang mempunyai kantor cabang atau kantor operasional lainnya wajib menyusun laporan keuangan gabungan pada setiap tanggal laporan, yang meliputi seluruh kantornya baik yang ada didalam maupun di luar negeri. Dalam membuat laporan gabungan, saldo rekening antar kantor (termasuk pendapatan dan beban) wajib dieliminasi sedemikian rupa sehingga mencerminkan posisi keuangan dan hasil usaha bank secara wajar.

Bank yang mempunyai satu atau lebih anak perusahaan yang memenuhi persyaratan tertentu, wajib membuat laporan konsolidasi yang meliputi posisi keuangan dan hasil usaha bank dan seluruh anak perusahaan pada akhir periode laporan:

  1. Laporan konsolidasi tersebut dibuat bagi bank yang memiliki saham atau hak pemilikan atas lembaga keuangan lain yang jumlahnya lebih dari 50%. Sedangkan bagi bank yang memiliki saham atau hak pemilikan atas lembaga keuangan lain yang jumlahnya 50% atau kurang wajib diungkapkan (disclosure) dalam laporan keuangan.
  2. Dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasi saldo rekening-rekening yang menampung transaksi-transaksi antar perusahaan induk dan atau anak perusahaan (intercompany accounts) wajib dieliminasi sedemikian rupa sehingga dapat mencerminkan posisi keuangan serta hasil usaha bank secara wajar.
  3. Pengecualian dari kewajiban penyusunan laporan keuangan konsolidasi di atas dapat dilakukan apabila memenuhi kriteria sebagaimana diatur dalam SAK.

Sebelum membuat laporan keuangan gabungan atau konsolidasi laporan keuangan kantor cabang atau anak perusahaan di luar-negeri terlebih dahulu dijabarkan ke dalam mata uang Rupiah sebagai berikut:

  1. Laporan keuangan dalam mata uang asing terlebih dahulu harus disajikan sesuai dengan SAK.
  2. Aktiva dan kewajiban serta komitmen dan kontinjensi pada tanggal neraca, dari kantor cabang atau anak perusahaan di luar negeri harus dijabarkan ke dalam mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs tengah pada tanggal laporan. Sedangkan pos-pos ekuitas dijabarkan dengan menggunakan kurs historis.
  3. Laporan laba-rugi untuk setiap bulan dari kantor cabang dan anak perusahaan di luar negeri dijabarkan kedalam mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs tengah rata-rata pada bulan yang bersangkutan. Laporan laba-rugi untuk suatu tahun buku dari kantor cabang dan anak perusahaan di luar negeri merupakan penjumlahan dari laporan laba-rugi setiap bulan yang telah dijabarkan dalam mata uang rupiah.
  4. Laporan arus kas dijabarkan kedalam mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs tengah tanggal laporan, kecuali pos-pos laba-rugi yang dijabarkan dengan kurs tengah rata rata dan pos-pos ekuitas yang dijabarkan dengan menggunakan kurs historis.
  5. Selisih yang timbul dari proses penjabaran laporan keuangan tersebut disajikan di kelompok ekuitas sebagai “Penyesuaian akibat penjabaran laporan keuangan” (translation adjustments).

G. Laporan Keuangan Interim

Laporan keuangan interim yang meliputi periode bulanan atau triwulanan merupakan bagian integral dari laporan keuangan tahunan. Oleh karena itu laporan keuangan interim tersebut wajib disusun berdasarkan prinsip akuntansi yang sama dengan laporan keuangan tahunan.

sumber : Sumber : PSAK No. 31 Akuntansi Perbankan

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s